Blogroll

Tampilkan postingan dengan label Bola voli. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bola voli. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 September 2013

Teknik Dasar Bola Voli

http://sportjuan86.blogspot.com/2013/09/teknik-dasar-bola-voli.html
Teknik Dasar Bola Voli

        Teknik dalam permainan bola voli dapat diartikan sebagai cara memainkan bola dengan efisien dan efektif sesuai dengan peraturan permainan yang berlaku untuk mencapai suatu has ail yang optimal.
    Tujuan permainan bola voli adalah memperagakan teknik dan taktik memainkan bola di lapangan untuk meraih kemenangan dalam setiap pertandingan. Teknik dasar memainkan bola voli yang harus ditingkatkan keterampilannya adalah passing bawah, passing atas, smash atau spike, servis dan bendungan (block).
a.    Gerak dasar tanpa bola
Gerak dasar lokomotif yang menjadi landasan bagi pelaksaan teknik dasar bola voli antara lain:
1)   Gerak dasar bergerak maju
2)   Gerak dasar bergerak mundur
3)   Gerak dasar bergerak ke samping kiri/kanan, dan
4)   Gerak dasar melompat
b.   Gerak dasar dengan bola
Gerak dasar tanpa bola dan dengan bola, pada dasarnya merupakan satu kesatuan dalam satu rangkaian gerakan. Gerak dasar tanpa bola dilaksanakan sebagai persiapan untuk melakukan gerak dasar dengan bola. Gerak dasar dengan bola meliputi servis, oper (passing), umpan (set-up), smash (spike) dan bendungan (block).
1)      Servis
Servis adalah tindakan memukul bola oleh seorang pemain belakang yang dilakukan dari daerah servis, langsung ke lapangan lawan. Servis merupakan aksi untuk memasukkanbola ke dalam permainan. Keberhasilan suatu servis tergantung pada kecepatan bola, jalan dan perputaran bola serta penempatan bola ke tempat kosong, kepada pemain garis belakang kepada pemain yang melakukan perpindahan tempat.
·    Servis bawah
·    Servis atas (jumping smash)
2)      Passing
Passing dalam permainan bola voli adalah usaha atau upaya seorang pemain bola voli dengan cara menggunakan suatu teknik tertentu yang tujuannya adalah untuk mengoperkan bola yang dimainkannya itu kepada teman seregunya,untuk dimainkan dilapangan sendiri.
Bentuk-bentuk teknik passing terdiri atas:
·    Passing bawah
·    Passing atas

BOLA VOLI

http://sportjuan86.blogspot.com/2013/09/bola-voli.html
BOLA VOLI

Pengertian Bola Voli
       Permainan bola voli cukup dikenal di Indonesia. Bola voli dimainkan oleh dua regu yang tiap regu terdiri atas enam pemain. Tiap regu berusaha menempatkan bola di daerah lawan agar dapat angka (point). Regu pertama yang mencapai angka 25 adalah regu yang menang.
Peraturan Permainan Bola Voli
a.    Regu
Komposisi dan registrasi
1) Satu regu terdiri maksimal 12 pemain, seorang pelatih (coach), seorang asisten pelatih, seorang trainer, dan seorang dokter medis.
2) Dan setiap regu berhak mandaftarkan satu pemain khusus bertahan (defensive player) yaitu “Libero” diantara 12 pemain yang terdaftar.
b.    Perlengkapan pemain
Perlengkapan
·     Perlengkapan pemain terdiri atas baju, celana pendek dan sepatu olahraga.
·  Baju, celana pendek dan kaos kaki harusseragam, bersih dan berwarna sama untuk satu regu, kecuali untuk pemain libero.
·    Sepatu harus ringan dan lentur dengan sol dari karet atau kulit tanpa hak.
·   Baju pemain harus bernomor dari 1 – 18, nomor harus ditempatkan pada baigan tengah depan dan belakang, nomor harus berwarna kontras dengan baju, berukuran 15 cm pada bagian dada dan 20 cm pada bagian punggung, lebar garis yang membentuk nomor minimal 2 cm.
Benda dan seragam yang terlarang
· Pemain dilarang memakai benda-benda yang memungkinkan terjadinya luka-luka, seperti perhiasan, peniti, gelang, pembalut dari gips dan lainnya.
·    Para pemain boleh memakai kacamata dengan resiko sendiri.
·  Pemain dilarang memakai seragam tanpa nomor yang resmi atau warna yang berbeda dari pemain seregunya, kecuali pemain libero.
Lapangan dan Bola yang Digunakan
a.    Lapangan
Panjang: 18 m
Lebar: 9 m
Garis Serang: 3 m
b.    Bola
Bahan: Kulit
Keliling: 65-67 cm
Berat: 200-280 gram
(Catatan: Tinggi net, Putera: 2,43 m dan Puteri: 2,24 m)

SEJARAH BOLA VOLI

http://sportjuan86.blogspot.com/2013/09/sejarah-bola-voli.html
SEJARAH BOLA VOLI

      Permainan bola voli diciptakan oleh William G. Morgan pada tahun 1895. Dia adalah seorang Pembina pendidikan jasmani pada organisasi “Young Man Christian Association” (YMCA) di kota Massachusetts, Amerika Serikat. Mula-mula permainan bola voli diberi nama “Mintonette”, karena permainannya hamper serupa dengan permainan badminton. Jumlah permainan tidak terbatas, sesuai dengan tujuan semula, yaitu untuk mengembangkan kesegaran jasmani para buruh disamping bersenam umum.
     Kemudian permainan ini diubah menjadi Volleyball yang artinya lebih kurang memvoli bola berganti-ganti. Pada tahun 1892 YMCA berhasil mengadakan kejuaraan nasional bola voli di Negara Amerika Serikat. Pertandiingan bola voli yang pertama pada 1947 di Polandia. Pada tahun 1948 IVBF (International Volley Ball Federation) didirikan dengan beranggotakan 15 negara dan berpusat di Paris.
         Dalam perang dunia II permainan ini tersebar di seluruh dunia terutama di Eropa dan Asia. Setelah perang dunia II prestasi dan popularitas permainan bola voli di Amerika Serikat menurun, sedangkan di Negara lain, terutama di Eropa Timur dan Asia, berkembang sangat cepat dan massal. Indonesia mengenal permainan bola voli sejak 1928, yaitu pada zaman penjajahan Belanda.
      Permainan bola volli di Indonesia berkembang sangat pesat di seluruh lapisan masyarakat, sehingga timbul klub-klub di kota besar di seluruh Indonesia. Dengan dasar itulah, maka paada 22 Januari 1945 PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia) didirikan di Jakarta bersamaan dengan kejuaraan nasional yang pertama. Pertandingan bola voli masuk acara resmi PON II di Jakarta dan POM I di Yogyakarta. Setelah 1962 perkembangan bola voli seperti jamur tumbuh di musim hujan.

Senin, 15 Agustus 2011

Bola voli

Bola voli adalah olahraga permainan yang dimainkan oleh dua grup berlawanan. Masing-masing grup memiliki enam orang pemain. Terdapat pula variasi permainan bola voli pantai yang masing-masing grup hanya memiliki dua orang pemain. Olahraga Bola Voli dinaungi FIVB (Federation Internationale de Volleyball) sebagai induk organisasi internasional, sedangkan di Indonesia di naungi oleh PBVSI (Persatuan

Senin, 18 Oktober 2010

Teknik Pukulan Backhand Dalam Tenis

Backhand, Pukulan dasar kedua dalam bermain tenis. Backhand adalah pukulan yang diayun dari seberang badan menuju depan atau menggunakan bagian belakang dari raket untuk memukul bola dan telapak tangan anda membelakangi bola.

Saat ini terdapat dua jenis pukulan backhand yang populer digunakan, yaitu: backhand menggunakan satu tangan dan backhand menggunakan dua tangan. Masing-masing pukulan memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun, saat ini pukulan backhand dua tangan lebih banyak dipakai oleh pemain pro karena efektivitasnya. Saya akan coba membahas kedua teknik pukulan ini satu per satu.

1. Backhand satu tangan

Terdapat beberapa keuntungan dalam memakai backhand satu tangan. Pertama, anda memperoleh keuntungan dari jangkauannya yang panjang sehingga bola-bola yang melebar dapat ditangani dengan lebih mudah. Kedua, lebih mudah untuk melakukan voli dari grip satu tangan dan umumnya pemain yang memiliki backhand satu tangan lebih jago dalam memukul voli daripada pemain yang memiliki backhand dua tangan. Terdapat 2 jenis grip yang dapat anda pakai dalam melakukan backhand dua tangan, yaitu eastern dan full-eastern (western) grip.

2. Backhand dua tangan

Backhand ini merupakan yang paling populer digunakan oleh pemain tenis saat ini. Keuntungan dari grip ini adalah ayunannya yang efisien dan tenaga ekstra yang dihasilkannya karena menggunakan dua tangan. Namun, kekurangannya terutama dalam menghadapi bola-bola yang melebar dikarenakan tumpuan ayunan yang menggunakan 2 bahu. Grip yang dipakai dalam melakukan pukulan ini adalah tangan kanan berada pada ujung gagang raket dengan grip continental dan tangan kiri berada di atasnya dengan grip semi-western

Sumber - teniskita.multiply.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Promosikan Usaha Anda di Iklan Gratis

Senin, 11 Oktober 2010

Legenda Klub Basket Di Indonesia

Di Jakarta, orang pasti masih ingat klub basket Waringin Kencana. Dalam kurun 1970 dan 1980-an, klub ini bahkan sempat disebut the dream team. Atau setidaknya, predikat itu pantas mereka sandang lewat kiprah mereka yang selama 10 tahun nyaris tak punya lawan sepadan di Indonesia. Meski sudah almarhum, namun namanya tetap harum.

Di klub itu, lahir dan besar bintang-bintan yang pantas disebut pemain legendaries Indonesia seperti Henry Pribadi, Sonny Hendrawan, Gatot Sugiarto. Belakangan, hadir pula pemain-pemain sekaliber Ali Susanto, Fery Chandra (Medan), Indarto dan Anton Sugiarto (Surabaya).Selama kiprahnya di percaturan bola basket nasional, kebesaran Waringin kemudian menjadi acuan tim-tim lain. Buktinya, mereka acap kali jadi rebutan klub-klub daerah untuk beruji coba.

Mereka, antara lain, ingin menjajal kehebatan Sonny Hendrawan, Pemain Terbaik Asia 1967. Pebasket yang sebelumnya bernama Liem Sien Siong ini juga top skorer Kejuaraan Asia IV yang berlangsung di Seoul, Korea itu. Saat itu, di bawah ring, center Ali Susanto dan Gatot Sugiarto siap memblok tembakan lawan. Ferry Chandra, Indarto, dan Henri Pribadi bertindak sebagai pencetak angka lewat penetrasi-penetrasi mematikan ke daerah pertahanan lawan.

Saking banyaknya bintang, joni Prananto salah satu pendiri Waringin memilih jadi pelatih.

Tapi, karena manajemennya digarap bersama-sama. Konflik internal pun kemudian muncul. Tambahan, para pemain sudah sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Maka, pada 1980 Waringin akhirnya membubarkan diri. Meski begitu, sinar Waringin tak pernah redup hingga kini. Harumnya nama Henry Pribadi, Sonny Hendrawan, Gatot Sugiarto dan lainnya tetap mewangi di seantero bola basket nasional. Buktinya, pada 1996 mereka kembali bergabung dengan bendera baru: Garuda Emas. Mereka tampil di berbagai turnamen veteran dunia

Sumber - coachsuryo.blogspot.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Promosikan Usaha Anda di Iklan Gratis

Pembinaan Tenis Meja Di Indonesia Sangat Minim

Jumlah klub tenis meja di Kota Solo dinilai sangat minim, terutama klub yang fokus pada pembinaan atlet usia dini. Dari sembilan Perkumpulan Tenis Meja (PTM) yang ada di Kota Bengawan, tercatat tidak sampai separuhnya yang menyasar pada pembinaan sektor yunior. "Paling banyak hanya dua klub yang ada pembinaan atlet usia dininya. Seperti PTM PMS (Perkumpulan Masyarakat Surakarta) dan PTM Mitra Medika," kata Sekretaris Pengurus Kota (Pengkot) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Surakarta Darto di Sekretariat KONI, Jumat (13/8).

Selain keduanya, sebut Darto, masih ada tujuh klub tenis meja lainnya. Seperti Aji Soko (Sondakan, Laweyan), RRI (Banjarsari), Sapto Manunggal, Satriya (Kleco, Laweyan), Karisma (Karangasem, Laweyan)m dan Fuqing. "Sayangnya ketujuh klub tersebut hanya diisi penggemar tenis meja, itu pun yang sudah berusia dewasa dan juga bukan atlet," jelas pria yang di PTM Mitra Medika menjabat sebagai Ketua ini.

Diakui Darto, karena sedikitnya jumlah klub yang membina atlet usia dini, maka tidak mengherankan kalau Solo sangat sedikit memunculkan pemain-pemain yunior serta jarang pula mengirimkan atlet muda di kejuaraan-kejuaran tenis meja. "Kalau pun mengirimkan wakil, ya atletnya hanya berasal dari PMS dan Mitra Medika saja. Itu pun tidak banyak," jelasnya.

Meski jumlah klub tenis meja yang fokus menggarap pembinaan usia muda sangat minim, lanjut Darto, PTMSI Surakarta sangat terbantu dengan adanya klub Dwi Bengawan yang lokasinya di Cemani, Sukoharjo. Pasalnya, tidak sedikit pemain pemain usia dini Kota Solo yang berlatih di klub tenis meja tersebut. "Secara geografis memang letaknya di perbatasan Solo-Sukoharjo. Tapi di klub ini ternyata juga membuka kelas pembinaan usia dini. Jadi kami sedikit terbantu juga," paparnya.

Sumber - suaramerdeka.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Promosikan Usaha Anda di Iklan Gratis

Membentuk Club Futsal Sejak Sekolah Dasar

Futsal merupakan olahraga yang sedang tren dan banyak digemari saat ini. Karena itu, SDN 1 Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan berinisiatif membuat club futsal untuk anak didiknya.

Menyusul keberhasilan Setya Kurniawan, salah satu guru kelas V di sekolah tersebut membawa murid-muridnya meraih juara pertama dalam lomba futsal tingkat kecamatan. "Futsal itu olahraga yang sangat digemari anak-anak SD. Makanya kami berinisiatif membentuk club futsal di sekolah. Untuk olahraga para siswa," katanya.

Ini dilakukan untuk mengarahkan kemampuan atau skill siswa sejak dini. Setya lantas mencontohkan olahraga sepak bola di Indonesia yang hampir tidak pernah mempunyai prestasi di tingkat dunia.

Hal itu disebabkan karena, sejak kecil generasi penerusnya tidak diarahkan pada skill khusus. Bahkan, sejak kecil tidak disiapkan untuk memiliki skill khusus. "Misalnya, kalau sejak SD dididik pada olahraga tertentu, seperti sepak bola atau futsal, saya yakin, besarnya akan menjadi bintang. Yang penting serius, pasti berhasil," terang lelaki yang saat ini aktif di KNPI Kabupaten Probolinggo ini.Setya sendiri dikenal serius melatih dan mengarahkan murid-muridnya dalam bidang olah raga. Tidak heran, anak didiknya selalu meraih juara dalam beberapa lomba di tingkat kecamatan, bahkan kabupaten.

Futsal sendiri di SDN 1 Kalibuntu sudah dirintis sejak awal 2008. "Mulai kelas 3 sampai kelas 6, saya yang menjadi pelatih mereka. Tunggu hasilnya kalau ada perlombaan nanti. Setidaknya, ide ini bisa diterapkan di beberapa sekolah. Tujuannya agar siswa SD punya olahraga yang digemarinya. Tubuh bisa sehat dan pikiran akan cerah," tegas lelaki yang sudah mengajar di SDN 1 Kalibuntu sejak 2004 itu. (rb)

Sumber - probolinggokab.go.id

Temukan semuanya tentang Bisnis & Promosikan Usaha Anda di Iklan Gratis

Club Badminton Tersukses Di Indonesia

Setumpuk pemain yang sempat memenangi All England pernah berlatih di sini. Juga sederet pahlawan Piala Thomas dan Uber. PB Djarum Kudus, inilah 'pabrik' pebulutangkis papan atas Indonesia.

Sebut saja nama Liem Swie King, Hastomo Arbi, Hariyanto Arbi, Ivana Lie, Fung Permadi dan Chistian Hadinata. Sekarang muncul pula nama Maria Kristin dan Fran Kurniawan yang saat ini masih bermukim di pelatnas.Sulit rasanya mencari tandingan prestasi dari nama-nama di atas. Dan kehebatan mereka semua berawal dari Kudus, di sebuah club badminton bernama PB Djarum.

PB Djarum berawal dari kegiatan pekerja pabrik rokok Djarum yang kerap bermain olahraga tepok bulu itu. Tak swperti sekarang yang berdiri megah, permainan bulutangkis di tempat itu digelar seadanya karena lapangan yang digunakan adalah tempat pelintingan rokok.Tapi justru dari situlah kejayaan bulutangkis Indonesia berawal. Diawali kemunculan Liem Swie King, PB Djarum kemudian menjelma menjadi tempat pembibitan pemain papan atas Indonesia dan bahkan dunia.

Kini, beberapa dasawarya berlalu, PB Djarum semakin menegaskan komitmennya pada dunia perbulutangkisan Indonesia.Tak ada lag tempat berlatih yang seadanya. Yang bisa disaksikan kini adalah sebuah komplek bangunan dengan luar mencapai 29.000 m2 lengkap dengan fasilitas kelas satu.

Terdapat asrama, yang terpisah putra dan putri, dengan fasilitas ekstra modern. Untuk keperluan lapangan, total ada 16 lapangan yang bisa digunakan, cantumkan juga sarana pendukung lain semacam perpustakaan, kantin dan ruang fisioterapis."Kami ingin meneruskan sejarah itu dan menelurkan pada pemain-pemain muda agar seperti senior mereka yang telah berjuang mengharumkan nama bangsa," terang Ketua Umum Persatuan Olahraga (POR) Djarum, FX Supanji.

Jadi, siapa juara terbaru yang akan muncul dari Kudus?

Sumber - forumkami.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Promosikan Usaha Anda di Iklan Gratis

Minggu, 10 Oktober 2010

PSSI Harus Mau Di Intervensi

Anggota Komisi X DPR RI, Dedi Gumelar, berharap KONI memiliki keberanian politik untuk melakukan intervensi kepada PSSI, sehingga bisa mengubah sistem dalam seluruh proses pembinaan olahraga tersebut di Indonesia. Meskipun PSSI adalah organisasi mandiri dan intervensi oleh negara terhadap organisasi tersebut melanggar aturan FIFA, tetapi itu akan lebih baik untuk perkembangan olahraga sepak bola Indonesia di masa yang akan datang.

Saat ini, Indonesia masih sulit untuk bisa mendominasi pertandingan internasional, misalnya di SEA Games, atau Asian Games. Selama ini, sistem pembinaan yang dilakukan salah. Kompetisi dilakukan hanya untuk pertandingan saja. Pembinaan harus dilakukan sejak dini, bukan menggabung-gabungkan pemain dari satu klub dengan klub bola lain. pembinaan sejak dini tersebut sangat diperlukan, karena di Indonesia sepak bola belum menjadi sebuah budaya tetapi baru sebatas olahraga hiburan.

Pembinaan sejak dini tersebut, juga sekaligus menjadi penolakan terhadap rencana naturalisasi pemain asing ke dalam tim nasional sepak bola Indonesia, meskipun pemain asing tersebut dikatakan memiliki darah Indonesia.Harusnya bangsa Indonesia malu dengan rencana naturalisasi itu. Penduduk di Indonesia sangat banyak, sehingga pasti ada banyak pemain yang bisa direkrut untuk menjadi pemain sepak bola di masa depan.

Naturalisasi, lanjut dia, juga belum memberikan jaminan tentang perbaikan sepak bola di Indonesia, di samping jaminan menyangkut rasa nasionalisme pemain-pemain hasil naturalisasi tersebut. Karena Naturalisasi bukanlah solusi jangka panjang

Sumber - kompas

Temukan semuanya tentang Bisnis & Promosikan Usaha Anda di Iklan Gratis

Bola Kaki Buatan Anak SMP Laku Keras

Bola hasil industi kerajinan di Tanah Air lebih sering merambah dunia internasional ketimbang prestasi tim sepakbola nasional kita. Hasil kerajinan tangan anak-anak di negeri ini digunakan di sejumlah event pertandingan sepakbola internasional. Salah satu sentra pembuatan bola itu berada di Sukabumi, Jawa Barat.

Menurut Mamat, salah satu pengusaha pembuatan bola, Kampung Lembursawah sudah dikenal sebagai tempat pembuatan bola sejak tahun 1960-an. Hanya saja, pada masa itu, para perajin membuat bola dari bahan kulit. Berbeda dengan perajin sekarang yang lebih banyak memakai bahan baku kain.

Usaha kerajinan membuat bola merupakan warisan turun-temurun dari nenek moyang warga di kampung tersebut. Jadi, jangan heran, jika keahlian membuat bola sangat dikuasai oleh setiap orang di kampung ini. Memang, perajin bola kaki di Lembursawah tak setenar perajin bola di Majalengka, Jawa Barat, yang telah memasok bola untuk ajang kejuaraan sepakbola kelas dunia.

Tapi, menurut Mamat, banyak perajin bola di Majalengka yang berasal dan menimba ilmu pembuatan bola dari Lembursawah. Dia berkisah, pada tahun 1960-an, hanya ada sekitar lima pengusaha bola di kampungnya. Seiring berjalannya waktu, jumlahnya terus bertambah. "Saat ini sudah ada sekitar 20 pengusaha bola. Semuanya penduduk asli kampung Lembursawah," kata Mamat. Dia bilang, jumlah pengusaha bola tidak sebanyak jumlah perajinnya. Mamat sendiri, yang telah menggeluti usaha pembuatan bola sejak tahun 1998, memiliki 15 karyawan tetap yang bekerja di rumahnya. Selain itu, ada 100 perajin lagi yang menjahit bola di rumah mereka masing-masing dan memasok jahitan bola untuk Mamat.

Yang membanggakan, menurut pengakuannya, pada 2005, nama kampung Lembursawah sebagai sentra industri bola semakin berkibar. Sebab, mereka mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) saat membuat bola terbesar di dunia dengan diameter sepanjang 2 meter.

Sumber - suaramedia.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Promosikan Usaha Anda di Iklan Gratis