Blogroll

Tampilkan postingan dengan label fasilitas olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fasilitas olahraga. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Oktober 2010

Inilah Sang Teater Impian

Inilah salah satu stadion tercantik, paling luas, dan tempat bertanding paling menggairahkan di dunia. Sebagai lapangan bola, Old Trafford tak tertandingi di dunia. Inilah impian dan kehormatan Manchester United.

Demikian tulis Sporting Chronicle sehari setelah pembukaan stadion tersebut pada edisi Sabtu, 19 Februari 1910. Di masa itu, Old Trafford memang mengejutkan dunia. Bangunannya begitu gagah, luas dan menimbulkan suasana magis.Ada stadion berkapasitas 80.000 orang pada awal abad ke-19 merupakan sensasi besar. Old Trafford segera menjadi stadion paling memukau di Inggris dan hampir setiap pemain ingin tampil di sana.

Sejak itu, Old Trafford bagaikan tempat peribadatan penting sepak bola Inggris. Meski kemudian muncul stadion-stadion bagus, termasuk Wembley, namun nilai historis dan gengsi Old Trafford tak pernah sirna.Sebaliknya, stadion ini semakin punya karisma. Suasananya pun kian magis dan menggairahkan. Di Inggris, suara nyanyian penonton di Old Trafford paling kencang. Bahkan pernah diukur kekuatannya melebihi suara gemuruh pesawat Jumbo Jet yang sedang tinggal landas.

Perhelatan sepak bola di stadion itu bagaikan teater yang menampilkan drama multidimensi. Ada nyanyian, tarian, dan berbagai elemen seni lainnya, termasuk drama sepak bola. Sebab itu, legenda Manchester United, Sir Bobby Charlton sampai menyebut stadion itu sebagai The Theatre of Dreams.Stadion ini selalu menyuguhkan drama hebat di hampir setiap pertandingan. Impian-impian sepak bola melambung dan berkecamuk di arena ini. Bagi MU, Old Trafford bagaikan taman impian. Karena itu pula, Bobby Charlton menyebutnya teater impian.

MU punya rencana besar. Stadion itu akan dinaikkan kembali kapasitasnya menjadi berkapasitas 96.000. Ini jelas MU ingin mempertahankan keagungan Old Trafford dan menjaga agar stadion tersebut tetap menjadi salah satu tempat paling keramat di Inggris, pun dunia. Sebab, jika rencana itu diwujudkan, berarti kapasitasnya akan melebihi Wembley yang sudah direnovasi menjadi berkapasitas 90.000.

Wow…

Sumber - bola.kompas.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Promosikan Usaha Anda di Iklan Gratis

Bisnis Lapangan Futsal Kian Di Gemari

REALITAS perkotaan menunjukkan, sejengkal tanah begitu mahal. Sebab, semua dimanfaatkan sedemikian rupa untuk bisa bernilai ekonomi.

Karena itu, jangan pernah bermimpi bisa menemukan ada lahan luas yang bisa dijadikan lapangan bermain bola secara gratis sebagaimana di kampung-kampung di pedesaan. Sebab, kalau ada lahan kosong, tentu dengan segera akan dimanfaatkan untuk perumahan atau kepentingan bisnis lainnya.

Pada sisi lain, kebutuhan masyarakat metropolis untuk berolahraga maupun menyalurkan hobi menjadi sebuah keniscayaan. Jadilah olahraga futsal menjadi pilihan. Bukan hanya karena tempatnya yang tidak butuh lapangan bola pada umumnya, pemainnya juga bisa bergantian secara bebas.

Hadirnya persewaan lapangan futsal bisa menjawab kebutuhan orang berolahraga. Bahkan, untuk urusan hobi yang satu ini, orang rela membayar mahal-mahal dan bahkan rela antre di lapangan futsal.

Dalam dua tahun terakhir, lapangan futsal pun telah menjadi bisnis yang menggiurkan. Satu persatu lapangan futsal bermunculan seiring semakin banyaknya peminat olahraga ini. Di Makassar sendiri, ada beberapa lapangan futsal bermunculan. Meski demikian, tetap saja tidak ada lapangan yang pernah sepi. Bisnis ini meraup untung dari pukul 07.00 wita hingga pukul 01.00 wita dini hari.

"Ini fenomena luar biasa. Minat masyarakat sangat besar. Klub-klub futsal bermunculan hampir di seluruh instansi pemerintah dan swasta. Kami di Fakultas Ilmu Keolahragaan UNM saja sampai ada enam klub dosen. Belum lagi klub-klub mahasiswa. Jadi wajar jika perkembangannya sangat pesat,

Wajar jika perkembangan bisnis ini begitu pesat dan futsal semakin digemari. Sebab pergerakan dalam futsal sangat bagus. Dalam waktu 10 hingga 15 menit saja, pemain akan bermandikan keringat. Belum lagi fasilitas sangat mudah didapatkan. "Ini memang permainan menyenangkan dan tidak ada kontak fisik seperti sepak bola. Makanya orang sampai main dari pagi hingga tengah malam

Sumber - metronews.fajar.co.id

Temukan semuanya tentang Bisnis & Promosikan Usaha Anda di Iklan Gratis

Bowling Lebih Dari Sebuah Olahraga

Menilik sejarahnya, boling dikenal di Kerajaan Mesir Kuno sejak peradaban sebelum Masehi. Di Indonesia sendiri, boling sebagai sarana olahraga terkenal pada 1950-an, yang dimotori para karyawan perusahaan minyak Amerika. Berangkat dari gaya hidup pekerja minyak itulah akhirnya bermunculan pusat olahraga boling untuk umum.

Dan kini, melihat semakin meningkatnya jumlah penggemar boling, para pemodal beramai-ramai meliriknya sebagai bisnis baru yang menjanjikan: boling sebagai olahraga sekaligus hiburan, terutama di pusat-pusat perbelanjaan. Beberapa tahun lalu, boling pernah menjadi primadona di kalangan pencinta olahraga. Pada tahun 1980-an, bermunculan tempat-tempat boling seperti di Ancol (Jakarta Utara), Hotel Kartika Chandra, Aldiron di kawasan Blok M (Jakarta Selatan), serta Monas (Jakarta Pusat). Namun, memasuki tahun 1985, boling seolah lenyap tak berbekas. Kalaupun ada, hanya tinggal di Ancol dan Blok M. Itu pun bermodalkan mesin kuno.

Hal lain yang tak mungkin luput menjadi perhatiannya adalah fasilitas cosmic bowling. Permainan boling di malam hari ini terbilang cukup banyak penggemarnya, sehingga PIN memberikan layanan tersendiri yang lebih seru. Bukan hanya lampu lintasan yang nantinya akan menyala, melainkan pula gugusan pin-pin yang siap dihantam para peboling itu.

Maklum, ini sudah menjadi tempat gaul, bukan lagi sarana olahraga semata, berkilah. Karena itulah, restoran, kafe, serta permainan biliar yang ada di dalamnya bisa dijadikan alat untuk menjaring fun bowler sekaligus konsumen baru, macam pasangan muda-mudi tadi.

Tiap hari, ada saja muda-mudi ABG ke arena sewa tempat olahraga ini,sekedar untuk mencari makanan ringan di dalamnya, sekalipun hanya untuk kongkow, bukan berniat serius bermain boling

Kamis, 07 Oktober 2010

Membangun Fasilitas Olahraga Yang Layak Di Papua

Kita semua tahu, bahwa orang Papua erat dengan konotasi kekuatan fisik. Tak heran jika mereka banyak diterima di bidang usaha sekuriti (bukan sekuritas ya), atau jasa keamanan. Postur mereka yang dominan besar, kekar, dan berotot nampaknya bisa memfasilitasi kebutuhan sebagai sekuriti. Tak hanya itu, kemampuan mereka secara fisik memang tangguh dalam menghadapi perubahan cuaca, kemapuan survive-nya pun baik. Alam Papua nampaknya sudah mendidik mereka dalam hal itu. Namun untuk hal kemampuan intelengensia (kecerdasan) nampak bukan menjadi ketertarikan mayoritas masyarakat Papua. Pembangunan sekolah dan sarana pendidikan jelas tetap penting, akan tetapi dilihat profil mayoritas masyarakat Papua tadi harusnya pemerintah juga mampu memfasilitasi sarana lain selain sekolah formal. Nampaknya pemerintah harus membangun fasilitas olahraga yang besar di Papua.

Papua bisa dijadikan pusat pelatihan olah raga terbesar di Indonesia. Lokasinya yang bersih dari pencemaran industri dan polusi transportasi, menjadikan udara Papua bersih untuk berolah raga. Ada banyak lahan luas yang akan pasti bagus jika dibuat dengan serius. Sudah saatnya menteri olah raga melirik Papua sebagai provinsi olah raga. Semua atlit nasional yang akan berkiprah ke kancah internasional harus masuk akademi atlet di Papua. Di Papua itu nanti, akan ada hotel atlet, rumah sakit atlet, trainning centre, pusat perbelanjaan atlet, bahkan bandara udara internasional pun bisa dibangun di sana. Dengan demikian, ke depannya nanti, jika ada pertandingan kelas internasional (seperti tinju Chris Jones di Kalimantan) bisa saja diselenggarakan di Papua.

Pertanyaan terakhir, sulitkah membangun itu semua? mahalkah? Sebagai komparasi, ITB berhasil membangun satu komplek olah raga dalam jangka waktu 10 tahun. Kelapa Gading Estate berhasil membangun Sport Center hanya dalam waktu sekian tahun saja. Nah sekarang bandingkan dengan pendapatan pemerintah dari pajak Freeport tadi yang 27 milyar per hari. Jika saja pemerintah mau.. (kalau mauuu) merelakan melepas 1 milyar perhari untuk ketertinggalan Papua ini, maka untuk sebulan Papua mempunyai 30 milyar, 360 milyar per-tahun.

Sumbr - motulz.multiply.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Promosikan Usaha Anda di Iklan Gratis

Bulu Tangkis Dapat Di Jadikan Ladang Bisnis

Dalam usaha menaikkan prestasi bulutangkis Indonesia, berbagai turnamen nasional yang sangat bergengsi diadakan. Meskipun nasional, “rasanya” tetap internasional. Rasa di sini, karena turnamen seperti Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) telah diakui internasional. Pasalnya poin yang didapat para pemain di sirnas juga diakui secara internasional (Federasi Bulutangkis Dunia, BWF).

Otomatis, semakin sering juara, maka peringkat internasionalnya pun naik. Turnamen Sirnas semakin tinggi gengsinya karena kompetisi yang juga diikuti banyak pemain luar negeri ini menyodorkan hadiah berlimpah setiap digelar.

Minimal Rp165 juta setiap seri Sirnas diperebutkan para pemain. Setiap kali turnamen ini digelar, dengan mendapat dukungan sponsor utama Djarum, selalu menyedot banyak perhatian penonton. Pada 2010 ini ada sembilan Sirnas yang diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia. Setiap hari, turnamen selalu dibanjiri penonton. Bahkan, turnamen ini menjadi “rebutan” berbagai daerah. Rebutan yang dimaksud, adalah daerah pada berebut menjadi tuan rumah.

Dengan hadiah yang cukup banyak di sektor senior, para pemain bisa menggantungkan hidup dari Sirnas. Semakin banyak juara, semakin besar peluang pemain mendapatkan sponsor. Sirnas seharusnya menjadi industri berbobot. Semua memang berbanding lurus. Semakin prestasinya tinggi, semakin besar pula nilai kontraknya. Nilai yang tinggi juga didapat Taufik Hidayat. Mantan pemain nomor satu dunia ini dikontrak produsen alat-alat olahraga Yonex. Pemain asal Bandung ini laku keras, karena tidak saja Yonex yang mendukungnya tetapi juga produsen non alat olahraga.

Melihat kenyataan itu, bulutangkis, cabang olahraga yang sering mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional, ternyata bisa menjadi pegangan hidup. Memang, tidak mudah menjadi pemain profesional. Mereka tentu harus membuktikan diri menjadi yang terbaik, baik di turnamen nasional maupun internasional, baru sponsor akan datang.

Sumber – kompas.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Promosikan Usaha Anda di Iklan Gratis

Olahraga Bonbol Memerlukan Saranan Olahraga Yang Memadai

Olahraga di Bone Bolango (Bonbol) bisa dibilang mempunyai prestasi yang sangat menjanjikan. Bagaimana tidak beberapa cabang Olahraga di Bonbol, berhasil meraih prestasi baik di tingkat Provinsi maupun tingkat nasional. Sehingga perhatian terhadap perkembangan olahraga di Bonbol perlu mendapat perhatian besar dari Pemda.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi III Dekab Bonbol Yakub Tangahu saat ditemuinya di ruang kerjanya Jum’at (1/10) kemarin. Pihaknya mengaku beberapa cabang di Bonbol sudah mendapatkan prestasi yang membanggakan seperti karate, silat, bulu tangkis.

“Prestasi ini baik secara beregu maupun tunggal, olehnya sangat penting untuk dapat meningkatkan potensi olahraga di Bonbol,” ujarnya. Aleg yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Komisi Olahraga Nasional Indoensia (Koni) Gorontalo cabang Bonbol mengaku, untuk saat ini sarana dan prasarana olahraga yang ada di Bonbol masih sangat minim. Bahkan tidak berlebihan jika dikatakan tidak ada. “para atlet di Bonbol butuh sebuah sarana olahraga untuk dapat melaksanakan latihan rutin. Tidak hanya itu tempat latihan tetapi juga peralatan olahraga untuk dapat menunjang peningkatan potensi olahraga di Bonbol,” terang Yakub.

Yakub berharap dengan peraturan yang sekarang dimana Pemda membiayai kebutuhan olahraga daerah melalui Anggaran Belanjda dan Pendapatan Daerah (APBD), pihaknya berharap harapan para atletik Bonbol untuk mendapat fasilitas dan sarana olahraga dapat tercapai. “Olehnya dibutuhkan satu badan di Pemda yang berdiri sendiri untuk dapat mengelola persoalan olahraga di Bonbol. Dengan begini maka kemajuan olahraga di Bonbol dapat terus meningkat,” jelasnya. (AMA)

Sumber - gorontalopost.info

Temukan semuanya tentang Bisnis & Promosikan Usaha Anda di Iklan Gratis