Blogroll

Tampilkan postingan dengan label martial arts. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label martial arts. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Oktober 2010

Di AS Olahraga Taekwondo Menjadi Kurikulum Wajib

Delapan sekolah Swasta di Los Angeles telah mengadopsi taekwondo sebagai bagian dari kurikulum mereka, menurut Pusat Kebudayaan Korea di Los Angeles (KCCLA).

KCCLA mengungkapkan bahwa delapan sekolah swasta di Los Angeles Unified School District (LAUSD) telah memutuskan untuk mengadopsi seni bela diri Korea sebagai mata pelajaran resmi untuk pelajaran olahraga / Physical education (P.E) setelah kegiatan sekolah dimulai dari September tahun ini .“Kami memilih delapan sekolah pertama, setelah meninjau permintaan untuk kelas club taekwondo,” kata seorang juru bicara di KCCLA. ”Kami berada di tengah koordinasi hari untuk jadwal kuliah dan asuransi dalam kasus cedera selama pelajaran.”

Taekwondo akan diajarkan oleh sebanyak 13 guru Korea-Amerika, yang gajinya akan dibayarkan oleh pemerintah Korea.Sampai sekarang, hanya dua sekolah menengah di Los Angeles telah mengajarkan taekwondo di sekolah. Bahkan kemudian hal itu menjadi bagian dari kurikulum reguler.

KCCLA berencana untuk mengadakan acara khusus untuk merayakan inisiasi taekwondo sebagai subjek sekolah reguler pada bulan Juli. Setelah taekwondo masuk di dalam bagian dari kurikulum sekolah di semester pertama pada bulan September, pusat budaya rencana untuk mendorong lebih banyak sekolah terdekat untuk mengadopsi seni bela diri untuk (P.E.)

Di Massachusetts, biro pendidikan di sana telah mengadopsi taekwondo sebagai salah satu mata pelajaran untuk P.E. di sekolah-sekolah swasta. Sudah ada 36 sekolah yang mengajarkannya.Kegunaan diajarkannya seni bela diri Korea untuk melatih disiplin diri dan pertahanan diri, telah diakui di Amerika Serikat.

Sumber -zztkdteam.wordpress.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Promosikan Usaha Anda di Iklan Gratis

Kamis, 30 September 2010

Belajar Falsafah Ilmu Bela Diri Taekwondo

Falsafah Taekwondo sangat khusus, tapi apa yang membuatnya begitu istimewa? Jika kita belajar dari buku-buku filsafat, kita cenderung untuk tidak memperhatikannya, karena falsafah atau filsafat itu cenderung tidak berhubungan dengan kehidupan kita sebenarnya. Tetapi sejak Taekwondo terhubung dengan kehidupan kita seperti setiap kehifupan kita sehari-hari, kita seharusnya tidak pernah lupa dengan filosofi dari taekwondo itu sendiri.

Falsafah dari Taekwondo yakni, salah satu tindakan yang dapat kita pelajari dari tindakan lain, dalam kegiatan sehari-hari. Filosofi Taekwondo mewakili prinsip-prinsip dan perubahan dalam pergerakan manusia. Hal ini juga merupakan prinsip-prinsip hidup kita, karena hidup terdiri dari gerakan itu. Karena itu, kami dapat katakan itu adalah filosofi Taekwondo sendiri. Kita bisa memahami filosofi dari Taekwondo dengan melakukan Taekwondo, dan ini akan membantu kita memahami pengertian yang lebih baik dan peningkatan kehidupan kita.

Prinsip-prinsip Taekwondo dapat dijelaskan dalam beberapa cara, tetapi di sini kita akan menjelaskan itu cukup dengan prinsip “Sam Jae” [Tiga Elemen] dan yang “Eum” [atau yang Negatif atau kegelapan] dan “Yang” [yang positif atau kecerahan]. “Sam Jae” merujuk kepada “Cheon” [di langit], “Ji” [Bumi], dan “Dalam” [manusia] dan prinsip-prinsip tentang mereka. Oriental di negara-negara, telah diakui sebagai pusat prinsip yang menjelaskan perubahan dari segala sesuatu di dunia. “Sam Jae” dan perubahan “Eum” dan “Yang” merupakan “Delapan Trigrams untuk Ramalan” dalam “Buku Perubahan.” Prinsip Jae Sam telah ditekankan dalam oriental negara, khususnya di Korea. Jika Anda memahami prinsip dari Taekwondo, Anda dapat memahami semua kemampuan dan rohani kedalaman Taekwondo. Prinsip Eum dan Yang juga telah ditekankan dalam oriental negara sebagai pusat prinsip kehidupan.

Sumber - zztkdteam.wordpress.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan : Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

Ragam Jenis Pencak Silat Dari Jawa Barat

Istilah Pencak pada umumnya digunakan oleh masyarakat di Pulau jawa, madura dan Bali. Aliran Pencak Silat yang bersal dari Jawa barat adalah Cimande, Cikalong, sabandar dan sera. Dari aliran tersebut terangkum dalam suatu sistem yang utuh terdiri dari sejarah landasan sosiologis, strategi, taktik dan teknik. benerapa perguruan pencak silat diantaranya Tajimalela, Mande muda, Manderaga, Pager kencana dll. Aliran pencak silat di tatar Sunda terdiri dari :

Aliran Cimande : Pendiri / pencipta dari aliran ini biasa dipanggil Ayah kahir sering juga dipanggil embah Kaer/ Eyang Khoer. Sekitar tahun 1760 beliau mulai memperkenalkan kepada murid- muridnya oleh karna itu ia dianggap sebagai pendiri penca silat aliran Cimande walaupun pada sejarahnya belum terunggkap secara jelas Embah Kaer yang menciptakan jurus- jurus tersebut.

Aliran Cikalong : Sejarah perkembangan aliran Cikalong ( Raden Ateng ) dalah salah satu seorang putra Bupati yang sangat tertarik dengan Pencak Silat yang juga pernah menjadi murid Abah Kahir.Pembinaan fisik dan penggunaan rasa ekspresi banyak persamaanya hanya penggunaanya yang berbeda pada pencak silat dalah olah tubuh dari rasa yang digunakan berdiri sedangkan tari sebagai media ekspresi melahirkan gerak yang menggunakan keindahan nyang dilahirkan oleh jiwa para seniman . Pencak silat sebagai tari dan sebagai kebutuhan estetika / keindahan seni istilah pencak silat di tatar Sunda dikenal dengan istilah buah dan Eusi dan Kembang / ibing penca . contoh ibing pencak yang bersumber dari beladiri cimande adalah tepak dua salancar ( Cimande Tari kolot) Tepak dua sorongdayung, tepak dua buangkelid, tepak dua kampung baru bdan tarian bersumber pada Cimande .

Sumber - bandungkab.go.id

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan : Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

Sejarah Ilmu Belad Diri Judo

Judo sebenarnya merupakan pengembangan seni bela diri tangan kosong, jujutsu. Jujutsu sangat unik karena tidak menggunakan kekerasan atau tenaga yang berlebih namun menggunakan keterampilan, kecerdikan, keseimbangan dan keahlian untuk melumpuhkan lawan dengan tenaga seminimal mungkin. Jujutsu diperkirakan telah lahir sejak zaman Heian (794-1184) kemudian dibakukan pada akhir zaman Azuchi-Momoyama dan terus berkembang serta mengalami penyempurnaan. Menjelang akhir masa Edo pada akhir abad 19, di Jepang telah berkembang sekitar 60 aliran jujutsu dengan aliran yang terkemuka yaitu Kito-ryu dan Tenjin Shin’yo-ryu. Kedua aliran ini dikenal dengan ciri khasnya dalam teknik lain. Tahun 1877, seorang pemuda berusia 18 tahun yang berasal dari Prefektur Hyogo bernama Jigoro Kano (1860-1938), mulai mempelajari jujutsu di dojo (sanggar latihan) Tenjin Shin’yo-ryu. Di bawah asuhan Hachinosuke Fukada, Kano muda mempelajari randori (latihan bebas) dan kata (seni). Kemudian ia juga menerima bimbingan dari Tsunetoshi Iikubo dari Kito-ryu yang mengajarkan bentuk-bentuk jujutsu yang sama sekali berbeda dengan yang pernah ia pelajari sebelumnya. Dengan pengaruh dari kedua aliran tersebut, Kano muda menyempurnakan jujutsu dan menyebut temuannya itu sebagai judo.

Teknik Judo

Kano memilih teknik-teknik terbaik dari berbagai aliran jujutsu, memperbaiki beberapa bagian dan menciptakan beberapa teknik baru yang digolongkan menjadi tiga kelompok, yaitu : nage-waza (lemparan), katame-waza (kuncian) dan atemi-waza (serangan). Nage-waza dibagi lagi ke dalam lima tingkatan yang dikenal dengan gokyo no waza dengan jumlah keseluruhan 40 macam lemparan yang meliputi tachi-waza (lemparan yang dilakukan sambil berdiri) dan sutemi-waza (lemparan sambil menjatuhkan diri). Katame-waza dibagi lagi menjadi osaekomi-waza (menahan), shime-waza (cekikan) dan kansetsu-waza (mengunci persendian). Atemi-waza terbagi dua, yaitu ude-ate (menyerang dengan tangan) dan ashi-ate (menyerang dengan kaki). Namun, sebelum mempelajari suatu teknik itu, setiap judoka harus terlebih dahulu mempelajari ukemi (cara jatuh), shizen (kuda-kuda), kumikata (pegangan), shintai dan tai sabaki (langkah), kuzushi

Sumber - renpedia.blogspot.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan : Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

Falsafah Ilmu Bela Diri Merpati Putih

Merpati Putih merupakan kependekan dari falsafah ilmu beladiri warisan nenek moyang yaitu MERsudi PAtitising TIndak PUsakane TItising Hening (Mencari sampai mendapatkan tindakan yang benar dengan ketenangan). Adapun makna dari kalimat tersebut adalah :

Mersudi, suatu kata yang mempunyai sikap aktif, berupaya dan berusaha sampai mendapatkan dengan penuh kesabaran, Agar dapat menggambleng diri sendiri supaya dapat menghayati tujuan yang dicapai.

Patitising, artinya ketepatan, tepat dalam sasaran, tepat dalam penilaian masyarakat yang selaras dengan maksud dan tujuan perguruan.Tindak, adalah sikap, perilaku atau perbuatan. Pencerminan dari kata ini yang paling mudah adalah penampilan. Pesilat Merpati Putih yang sudah ditempa harus dapat menjadi suri teladan yang baik bagi teman-temannya.

Pusakane, adalah bukan merupakan perwujudan pusaka pada umumnya, namun satu pedoman yang merupakan tonggak kebenaran. Suatu kebenaran yang hakiki yang mampu menjadi tiang bendera panji perguruan.

Titising Hening, segala sesuatunya harus dimulai dengan sesuatu yang khusus, bersih dan suci. Untuk pencapaian kesucian dan hening, memerlukan pengendalian diri-pribadi, mengendapkan segala kehendak, mengekang hawa nafsu dan yang terpenting adalah sikap pasrah bersandar sepenuhnya secara lahir dan batin kepada Tuhan Yang Mahaesa.

Pada awalnya berdiri Merpati Putih hanyalah merupakan seni beladiri turun-temurun, belum diperkenalkan untuk umum, akan tetapi Sang Guru Bpk. Saring Hadi Poernomo berpendapat bahwa suatu ilmu harus dikembangkan agar tidak hilang begitu saja walaupun apapun yang dilakukan tidak ada artinya sama sekali bagi nusa dan bangsa. Demikian halnya dengan seni pencak silat Merpati Putih harus dipertahankan dan dikembangkan kepada masyarakat umum, adapun alasannya seni pencak silat merupakan bagian dari seni budaya bangsa dan harus dipertahankan, Ia menurunkan ilmunya kepada kedua putranya untuk terus dikembangkan.

Sumber - kolatpandu.co.cc

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan : Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

Falsafah Dalam Bela Diri Karate

1. Rakka (Bunga yang berguguran) Ia adalah konsep bela diri atau pertahanan di dalam karate. Ia bermaksud setiap teknik pertahanan itu perlu dilakukan dengan bertenaga dan mantap agar dengan menggunakan satu teknik pun sudah cukup untuk membela diri sehingga diumpamakan jika teknik itu dilakukan ke atas pokok, maka semua bunga dari pokok tersebut akan jatuh berguguran.

2. Mizu No Kokoro (Minda itu seperti air) Konsep ini bermaksud bahwa untuk tujuan bela diri, minda (pikiran) perlulah dijaga dan dilatih agar selalu tenang. Apabila minda tenang, maka mudah untuk pengamal bela diri untuk mengelak atau menangkis serangan.

Adapun ciri khas dan latar belakang dari berbagai aliran Karate yang termasuk dalam "4 besar JKF" adalah sebagai berikut:

1. Shotokan

Shoto adalah nama pena Gichin Funakoshi, Kan dapat diartikan sebagai gedung/bangunan - sehingga shotokan dapat diterjemahkan sebagai Perguruan Funakoshi.

2. Goju-ryu

Goju memiliki arti keras-lembut. Aliran ini memadukan teknik keras dan teknik lembut, dan merupakan salah satu perguruan karate tradisional di Okinawa yang memiliki sejarah yang panjang.

3. Shito-ryu

Aliran Shito-ryu terkenal dengan keahlian bermain KATA, terbukti dari banyaknya KATA yang diajarkan di aliran Shito-ryu, yaitu ada 30 sampai 40 KATA, lebih banyak dari aliran lain.

4. Wado-ryu

Wado-ryu adalah aliran Karate yang unik karena berakar pada seni beladiri Shindo Yoshin-ryu Jujutsu, sebuah aliran beladiri Jepang yang memiliki teknik kuncian persendian dan lemparan. mampu menyesuaikan diri dengan peraturan yang ada dan bertanding tanpa menggunakan jurus-jurus Jujutsu tersebut.

Sumber - harunhdr.multiply.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan : Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia